Rasa
Mengapa hati selalu menuntut pemiliknya?
Untuk merasakan apa yang tidak pernah ia rasakan
Sungguh sulit memahami hati sendiri
Mengorbankan seluruh jiwa dan raga untuk mengerti keadaannya.
Uluran tangannya membuat pikiran tidak tenang
Apalagi perkataan yang membuat hati bimbang
Demi tuhan, mengapa harus seperti itu?
Senang sekali dirinya mempermainkan diriku.
Pelarian yang terbaik memang menghadap kepada diri-Nya
Berkeluh kesah tentang hidup yang tidak ada gunanya
Mencaci maki keadaan yang tidak ada habisnya
Menangis menjadi pilihan terakhirnya.
Kukuatkan tubuh ini agar selalu bangkit dari keterpurukan
Tak peduli sudah berapa lama aku tidak makan
Tidak, sudah berapa lama aku tidak tersenyum kepada dunia.
Rasanya seperti kehilangan langkah untuk bertahta di sana.
Pram, 27 Desember 2019
Untuk merasakan apa yang tidak pernah ia rasakan
Sungguh sulit memahami hati sendiri
Mengorbankan seluruh jiwa dan raga untuk mengerti keadaannya.
Uluran tangannya membuat pikiran tidak tenang
Apalagi perkataan yang membuat hati bimbang
Demi tuhan, mengapa harus seperti itu?
Senang sekali dirinya mempermainkan diriku.
Pelarian yang terbaik memang menghadap kepada diri-Nya
Berkeluh kesah tentang hidup yang tidak ada gunanya
Mencaci maki keadaan yang tidak ada habisnya
Menangis menjadi pilihan terakhirnya.
Kukuatkan tubuh ini agar selalu bangkit dari keterpurukan
Tak peduli sudah berapa lama aku tidak makan
Tidak, sudah berapa lama aku tidak tersenyum kepada dunia.
Rasanya seperti kehilangan langkah untuk bertahta di sana.
Pram, 27 Desember 2019

Komentar
Posting Komentar